Mitsubishi Xpander GLS, Apa saja Fitur yang Disediakan? Ini Review Detailnya


CaruserMagz.com - Salah satu varian standar dari Mitsubishi Xpander adalah tipe GLS yang hanya tersedia dengan tramisi manual. Apa saja yang didapat konsumen pada tipe terendah kedua ini?

Mitsubishi Xpander GLS - in depth review
Review Detail Mitsubishi Xpander GLS

Xpander tipe GLS dibanderol dengan harga Rp. 208,5 juta, lebih mahal 19,5 juta dari tipe GLX yang merupakan varian termurah. GLS lebih murah 6 juta dari tipe Exceed MT yang merupakan tipe menengah atau varian bertransmisi manual yang termewah.

Lalu apa saja hal yang berbeda pada Xpander GLS baik dari tipe GLX maupun tipe di atasnya? Berikut kami coba ulas dengan detail.


EKSTERIOR


Aksen hitam glossy pada grill atas - Hal yang terlihat jelas pada tampilan luar adalah pada grill atas tidak dibalut aksen chrom seperti tipe di atasnya, melainkan diganti warna hitam glossy. Bagi sobat yang tidak suka terlalu banyak chrom, tentu tampilan ini akan terlihat lebih gagah.

Handel pintu sewarna body - Jika pada tipe tertinggi handel pintu luar sudah beraksen chrom, maka pada tipe GLS dan GLX dibuat sewarna body. Namun sudah cukup enak dipandang.

Fog lamp - Sudah disediakan foglamp pada tipe GLS, sedangkan pada tipe GLX tidak disediakan.

Velg Alloy single color 15 inci - Berbeda dari tipe GLX yang masih pake velg kaleng bertutup dop, tipe GLS sudah lebih baik dengan velg alloy 5 baut. Ukuran bannya sama dengan tipe GLX, yaitu 185/65-R15.

Kap mesin ada peredam - build quality interior Xpander sangat baik, lengkap dengan peredam pada bagian dalam kap mesin dan karet seal di sepanjang bagian depan kap tersebut.

Electric mirror - Pengaturan posisi kaca pada spion sudah elektrik, namun belum ada fitur Retractable Mirror.

Tidak ada Keyless System - Keyless operational System hanya ada untuk tipe Ultimate dan Sport, sedangkan selainnya masih menggunakan kunci kontak biasa.

Spion Sewarna Body + Lampu sein - Jika pada tipe Ultimate spion diberi aksen full chrom, maka pada tipe GLS spionnya sewarna body. Bagusnya sudah ada lampu sein pada rumahan spion tersebut.

Tidak ada defogger - Kaca belakang Xpander tipe GLS terlihat mulus tanpa garis-garis defogger.

Wiper Belakang - Semua tipe Xpander sudah dilengkapi wiper belakang, sehingga sangat membantu visibilitas ke belakang saat hujan.

Ban Serep full size Velg Kaleng - Ban serep Mitsubishi Xpander diletakkan di bawah bagasi bagian luar, tanpa cover. Ban serep tersebut berukuran sama dengan ban standarnya, namun velgnya kaleng seperti pada tipe GLX.


INTERIOR


MID lebih kecil dan  Monocrom - tidak semewah MID pada tipe di atasnya, MID tipe GLS berupa layar monocrom dengan ukuran lebih kecil. Namun tetap terlihat lebih bagus dibanding MID kompetitor seperti Avanza, Ertiga dan Mobilio. Karena warna tulisannya kontras terang, bukan seperti layar kalkulator.

Tidak ada audio steering switch - Palang-palang setir Xpander GLS terlihat mulus tanpa tombol-tombol switch.

Head unit 2DIN - HU tipe GLS sama dengan yang ada pada tipe Sport. HU ini  sudah punya CD player, USB+AUX port.

AC Double blower - Salah satu kelebihan tipe GLS adalah AC-nya sudah double blower dengan pengaturan hembusan udara 4-speed.

Power outlet - ada di kabin depan dan baris ketiga, tidak ada di konsol box untuk baris kedua

Transmisi manual 5-percepatan - Transmisi manualnya ada beda dengan kebanyakan mobil sekarang, yaitu gigi mundur ke arah kiri depan. Cara mengaktifkannya dengan menarik cincin pada bawah tuas transmisi ke atas, lalu geser maksimal ke kiri, baru dorong ke depan. Model ini sama dengan transmisi manual pada mobil-mobil KIA.

Consol box tengah - Tempat penyimpanan ini beda dari tipe tertinggi, karena bukan model sliding dan tidak ada kompartmen di dalamnya.

Sunvisor dengan vanity mirror - Untuk penumpang depan ada vanity mirror, sedangkan sunvisor untuk pengemudi tanpa kaca.

Bahan pabric kursi tidak sebaik tipe ultimate - pembalut kursi dibuat dari bahan yang terasa kualitasnya cukup rendah.

Handel pintu dalam - polos berwarna beige, tidak chrom.

Tidak ada back pocket di sandaran kursi pengemudi - tapi ada di kursi penumpang depan, dengan 3 kompartmen.

Warna interior dual-tone - warna dashboard dan dootrim adalah kombinasi hitam - beige, namun secara keseluruhan warna dominan adalah beige. Khususnya kursi.

Ornamen motif carbon silver - Aksen ini sama dengan yang ada pada tipe Sport, yaitu ornamen carbon yang mengganti motif kayu pada tipe Ultimate.


FITUR


Kursi driver tidak ada heigh adjuster - Xpander GLS tidak mendapat fitur heigh adjuster untuk kursi pengemudi, seperti pada tipe sport dan ultimate.

Seat belt 3-titik lengkap - Sabuk pengaman tetap lengkap termasuk untuk penumpang tengah baris kedua, walau tipe GLS ini termasuk tipe standar.

Rem ABS + EBD - Fitur pengereman Mitsubishi Xpander tergolong lengkap, karena fitur ABS dan EBD sudah ada pada semua tipe. Bahkan di tipe tertinggi sudah dilengkapi BA dan HSA.

Rem belakang tromol - Rem belakang semua tipe Xpander masih tromol. Bukan cakram atau disc.

Tidak ada Stability Control - Fitur vehicle stability control hanya diperuntukkan bagi tipe sport dan ultimate.


Impresi Berkendara Mitsubishi Xpander, Nyaman, Empuk dan Lega


CaruserMagz.com - Jika ada mobil yang paling fenomenal kehadirannya di tahun 2017, maka Mitsubishi Xpander adalah jawabannya. Sejak diperkenalkan versi konsepnya hingga akhirnya resmi diluncurkan pada ajang GIIAS 2017, low MPV ini selalu menghiasi jagat berita otomotif di Indonesia.

First Driving Impresion - Mitsubishi Xpander
First Driving Impresion - Mitsubishi Xpander

Pengunjung GIIAS 2017 mengerumuni panggung dimana mobil ini dipajang. Tentunya banyak dari mereka yang ingin merasakan bagaimana impresi mengendarai Mitsubishi Xpander. Sayangnya tidak semua mendapat kesempatan.

Semoga ulasan ini bisa memberi informasi mengenai impresi berkendara saat berada di kabin low MVP baru ini. Sehingga sobat pembaca bisa membayangkan rasa mengemudi atau menjadi penumpang Xpander.

Driving Position


Posisi duduk di kursi pengemudi Mitubishi Xpander terasa tinggi, berkat ground clearance yang tinggi. Apalagi pada tipe Sport dan Ultimate sudah ada heigh adjuster untuk kursi pengemudi. Sehingga posisi duduk yang nyaman dapat ditemukan sesuai kebutuhan.

Kursi pengemudi berdesain semi-bucket dan lumayan tebal, sehingga terasa nyaman. Kenyamanan pengemudi juga bisa di dapatkan dari posisi handbrake yang cukup tinggi sehingga bisa difungsikan seperti armrest untuk tangan kiri.

Pengaturan Setir


Xpander adalah low MPV pertama yang setirnya ada fitur tilt dan telescopic sekaligus. sedangkan yang lain belum ada. Sehingga posisi mengemudi bisa diatur hingga yang paling nyaman untuk tiap postur tubuh pengemudi.

Pengaturan Kursi Pengemudi


Kursi pengemudi Xpander punya 3 pengaturan, yaitu sliding untuk maju mundur, reclyning untuk kemiringan sandaran kursi dan heigh adjuster untuk menaik-turunkan kursi.

Getaran Mesin


Saat posisi idle dan putaran rpm bawah, getaran mesin Xpander terasa halus. Getaran baru terasa saat kecepatan tinggi, yaitu di atas 4000 rpm.

Karakter Setir


Setir Mitsubishi Xpander terasa sangat ringan namun tetap mantap, karena telah menggunakan fitur electronic power steering. Setir tetap terasa ringan di kecepatan tinggi, tidak ada efek memberat seperti pada mobil-mobil KIA yang menggunakan motor driven power steering.

Bantingan Suspensi


Bantingan suspensi Xpander menganut karakter khas suspensi Mitsubishi yang empuk tapi tetap stabil. suspensi ini sangat nyaman untuk mobil keluarga, tidak seperti suspensi sang juara mobil sejuta umat yang terkenal ajut-ajutan.

Bantingan suspensi juga terasa empuk untuk penumpang baris ketiga, berbeda dari Avanza yang suspensi belakangnya terasa terlalu keras hentakannya saat melewati jalan yang tidak rata. Dapat dikatakan Xpander adalah yang terbaik dikelasnya untuk urusan suspensi.

Impresi Tenaga


Tenaga Xpander terasa mengalir halus, bukan ringan seperti pada mobil-mobil Toyota yang terasa torsi di putaran bawah. Ini adalah karakter khas tarikan mobil Mitsubishi, sobat akan merasa familiar dengan pola gas Xpander jika sering menggunakan Mitsubishi Kuda.

Di putaran bawah memang terasa agak delay namun padat, setelah rpm 3000 ke atas baru terasa tenaga besarnya. Jadi Xpander ini dibangun lebih untuk kenyamanan layaknya mobil keluarga.

Transmisi


Pada tipe tertinggi, yaitu Sport dan Ultimate hanya tersedia transmisi otomatis konvensional 4-percepatan. Namun berbeda dari transmisi yang sama pada era sebelumnya, sepertinya Mitsubishi sudah banyak melakukan pengembangan sehingga perpindahan giginya terasa halus. Beda dari Avanza yang masih sedikit terasa hentakan saat gigi transmisi matic-nya berubah.

Handling


Meskipun mobil ini berdimensi tinggi, yaitu 1.700 mm dan suspensi yang empuk, namun handlingnya masih cukup mantap dan body-roll dapat diminimalisir. Mitsubishi berhasil menemukan komposisi yang paling nyaman dan stabil untuk mobil keluarga ini. Dalam hal handling memang tidak seatraktif Mobilio, tapi jauh lebih baik dari Avanza dan Ertiga.

Pengereman


Untuk urusan pengereman, sama halnya dengan karakteristik gas dan suspensi. Xpander ini memiliki karakteristik khas rem Mitsubishi, yaitu rem yang padat, halus dan tidak menghentak-hentak seperti pada MPV sejuta umat. Sehingga karakter rem ini juga akan memberikan kenyamanan pada penumpang.

Peredaman Suara


Peredaman suara Xpander terasa sangat baik untuk ukuran low MPV, memang tidak sebaik mobil Eropa atau mobil Korea, tapi dibanding kompetitornya Xpander adalah yang terbaik. Suara dari luar, suara mesin dan gemuruh roda bisa diredam dengan baik. Suara mesin baru terasa cukup berisik pada kecepatan atau rpm tinggi, yaitu di atas 4000 rpm.

Kepraktisan


Untuk urusan tempat penyimpanan di kabin, Mitsubishi Xpander sudah layak dijuluki low MPV paling baik kepraktisannya. total ada 16 cupholder yang tersebar di semua ruang kabin, ditambah ruang penyimpanan tertutup dan terbuka yang berlimpah, hingga detail-detailnya cukup brilian. Baca lebih lengkap mengenai: Kepraktisan Xpander Terbaik di Kelasnya.

Kelegaan Kabin


Impresi berkendara tentu bukan hanya bagi pengemudi, tapi juga penting bagi penumpang mobil MPV. Kelegaan kabin baris kedua sangat baik, bahkan seperti berada di baris kedua Toyota Innova karena ruang kaki dan ruang bahu yang lega. Baca lebih detail disini: Kelegaan Kabin Xpander

Dengan jalur sliding kursi baris kedua yang panjang, kursi baris ketiga bisa di atur ruang kakinya sesuai kebutuhan penumpang. Jika kursi baris kedua disliding mundur hingga mentok, orang dengan postur tubuh 160 cm, masih bisa duduk nyaman di baris ketiga dengan lutut yang tidak harus menyentuh sandaran kursi baris kedua.


KESIMPULAN


Dari ulasan di atas, dapat kita simpulkan bahwa Mitsubishi Xpander ini dibangun lebih untuk kenyamanan, dibanding performa. Jadi wajar jika Mitsubishi menyebut mobil ini lebih menargetkan pengguna dari keluarga muda. Mobil ini dirancang untuk dijadikan mobil keluarga sejati yang mengutamakan kenyamanan.

Itu juga menjadi alasan mengapa low MPV ini berpenggerak roda depan, bukan roda belakang seperti Toyota Avanza. Maka segmen mobil operasional perusahaan atau untuk dijadikan armada angkutan umum, Xpander tidak akan ikut bermain.


Demikian ulasan kami tentang impresi mengendarai Mitsubishi Xpander. Semoga informasi ini bermamfaat bagi sobat yang ingin tahu banyak tentang MPV ini, atau sedang bersiap-siap membeli baby Pajero Sport ini. Jika sobat punya informasi tambahan, silahkan disampaikan pada kolom komentar artikel ini.

Salam Otomotif!


Produksi Mitsubishi Xpander Dipercepat karena Laris Manis, Target Dikirim Oktober 2017


CaruserMagz.com - Mitsubishi Xpander (baca: expander) menjadi bintang di ajang GIIAS 2017 dan jagat dunia maya. Low MPV baru ini menarik perhatian pengunjung event otomotif terbesar di Indonesia tersebut, Surat Pemesanan Kendaraan (SPK) pun dipanen Mitsubishi baik di pameran maupun di seluruh Indonesia.

Target Pengiriman Mitsubishi Xpander - Oktober 2017
Hingga hari ke-6 GIIAS 2017, Mitsubishi Xpander sudah dipesan 1674 unit dan 6000an secara nasional

Hingga hari ke-6, PT MMKI mencatat 1.674 SPK di ajang GIIAS saja dan secara nasional low MPV ini susah dipesan sekitar 6.000an unit. Ini adalah rekor pertama bagi Mitsubishi untuk mendapatkan pemesanan kendaraan sebanyak itu dalam waktu singkat setelah model baru diluncurkan.

"Ini adalah rekor, karena biasanya pada pameran-pameran di Indonesia, Mitsubishi membukukan 1.500 SPK untuk seluruh unit. Dan ini hanya 6 hari sudah membukukan 1.600 hanya untuk 1 unit saja," kata Intan Vidiasari selaku Head of PR & CSR Departement PT MMKSI, di acara GIIAS 2017 (15/8).

Pemesanan yang meledak tersebut membuat PT MMKSI harus mengambil langkah strategis, untuk memenuhi permintaan konsumen. Respon positif dari pasar tersebut membuat Mitsubishi Indonesia mempercepat jadwal produksi Xpander, agar bisa dilakukan pengiriman unit ke konsumen lebih cepat pula.

Jika semula direncanakan produksi dimulai pada Oktober, dimajukan sebulan jadi September 2017, sehingga pengiriman pertama ditargetkan pada Oktober 2017. Jadwal produksi dan delivery dimajukan satu bulan.

Hal itu diungkapkan oleh Irwan Kuncoro, selaku Direktur Penjualan dan Pemasaran MMKSI.
"Rencana awal produksi di Oktober, tetapi kita majukan karena respon positif, produksi akan dimajukan bulan September. Sedangkan untuk penyerahan ke konsumen direncanakan akan dimulai pada awal Oktober," kata Irwan.

Sedangkan mengenai unit yang dipesan oleh konsumen pada ajang GIIAS 2017, Irwan Kuncoro menjelaskan bahwa varian tertinggi, yaitu Xpander Ultimate adalah yang paling banyak dipesan. Dari 1.674 SPK hingga hari ke-6, 60% nya adalah Ultimate.

Dilihat dari pilihan transmisi, ternyata Xpander matic lebih banyak diminati, yaitu hingga 80% dari total jumlah SPK. Hal ini mungkin dipicu kondisi perkotaan yang kian macet sehingga mobil matic dirasa lebih tepat. 

Selain itu, tidak tersedianya pilihan transmisi manual pada tipe tertinggi, yaitu Ultimate dan Sport mungkin juga menjadi salah satu penyebabnya.

Mitsubishi Xpander tidak hanya menggerus penjualan kompetitornya di segmen low MPV, tapi juga mengambil jatah kue pasar milik segmen low SUV. Hal tersebut dibuktikan dengan menurunnya pembelian untuk Honda BR-V dan Toyota Rush.


15 Fitur Mobil yang Sering Menganggur di Indonesia, Bahkan Beberapa Tidak Diketahui


CaruserMagz.com - Pabrikan mobil terus berlomba menyediakan fitur-fitur terkini dan tercanggih untuk memikat calon konsumen. Sehingga mobil terbaru makin sulit dihafalkan nama-nama fiturnya karena makin banyak dan makin rumit. 

Fitur Mobil yang Sering Tidak Digunakan atau menganggur
Fitur Mobil yang Sering Tidak Digunakan atau Tidak Diketahui Pemiliknya

Saking banyaknya, tidak sedikit fitur tersebut lebih sering menganggur bahkan beberapa diantaranya tidak dikenali oleh sang pemilik mobil. Jika sobat adalah pengguna mobil, coba diingat-ingat fitur apa saja yang ada pada mobilnya. Lalu sobat bisa tahu seberapa sering fitur tersebut digunakan. Hayo ngaku sajalah.. ada banyak fitur yang ternyata jarang atau malah belum pernah sobat gunakan.

Belakangan diberitakan bahwa lembaga J.D. Power melakukan penelitian, fitur apa saja yang ternyata jarang digunakan pemilik mobil. Beberapa data hasil penelitian dikemukakan dan memang benar fitur-fitur tersebut jarang digunakan. Tapi menurut kami, dalam konteks pengguna mobil di Indonesia, masih banyak fitur yang menganggur.

Dari berita tersebut kami terinspirasi untuk menambah daftar fitur-fitur yang lebih sering menganggur di mobil orang Indonesia, berdasarkan pengalaman sendiri, obrolan sehari-hari dan beberapa eksperimen di media sosial. Jadi ini bukan hasil studi ilmiah, toh.. kami tidak wajib ilmiah dalam menulis artikel di blog personal.

Berikut daftar fitur mobil yang jarang digunakan:

1. Sun-Roof


Sunroof adalah jendela kaca di bagian atap mobil, biasanya bisa dibuka secara elektronik. Fitur ini biasanya ada pada mobil mewah, jadi lebih kepada styling dari pada fungsionalitasnya. Padahal peningkatan harga mobil karena keberadaan sunroof tidaklah sedikit.

Apalagi di Indonesia yang merupakan negara tropis, sunroof lebih sering tidak digunakan karena akan membuat ruang kabin menjadi lebih panas dan AC harus bekerja keras menurunkan temperatur. Belum lagi jika mengingat polusi udara perkotaan di Indonesia, maka pemilik mobil tentu akan menutup rapat sunroof mobilnya.

Bahkan beberapa pemilik mobil menganggap fitur tersebut tidak diperlukan jika melihat fungsinya untuk mobil di Indonesia. Melainkan lebih kepada untuk bergaya saja, sehingga lebih cocok untuk orang yang suka memamerkan kemewahan mobilnya. Padahal orang yang suka pamer adalah orang yang menjengkelkan..hiks.

2. Seat Belt Kursi Belakang


Sabuk pengaman di kursi baris kedua dan belakang kebanyakan tidak digunakan. Namun bukan karena fitur tersebut tidak penting, tapi lebih karena kebanyakan orang tidak memahami urgensi seat-belt di kursi belakang.

Mindset yang tidak tepat mengenai sabuk pengaman dan kurang ketatnya aturan mengenai fitur ini membuat sabuk pengaman di kursi beris belakang lebih banyak diabaikan. Kami pernah membahas tentang hal ini di artikel ini: Persepsi yang Salah tentang Sabuk Pengaman.

3. Isofix


Isofix adalah standar untuk keselamatan balita di dalam mobil. fiturnya berupa tempat untuk mengaitkan kursi bayi di kursi baris kedua atau di sandaran kursi baris pertama. Namun fitur ini lebih banyak tidak digunakan pemilik mobil, dengan alasan ribet. 

Jadi bayi lebih banyak digendong dan balita duduk langsung di kursi. Belum lagi mengingat usia pakai kursi bayi yang singkat, sehingga kebanyakan orang enggan membeli kursi bayi di mobil yang harganya terkadang sudah bisa membeli seekor sepeda motor.

4. Cruise-control


Cruise control termasuk fitur canggih pada mobil-mobil mewah, yaitu fitur untuk membuat mobil berjalan pada kecepatan konstan di jalan bebas hambatan dan pengemudi tidak perlu menekan pedal gas, cukup mengendalikan kemudi saja.

Namun banyak orang yang enggan menggunakan fitur ini dengan alasan khawatir jika pedal gas tidak dikendalikan sendiri, kondisi jalan yang tidak dapat dipastikan selalu bebas hambatan dan bahkan beberapa diantara pemilik mobil, ada yang tidak tahu atau tidak peduli jika mobilnya punya fitur secanggih itu.

5. Paddle-shift


Paddle shift juga merupakan fitur mobil mewah. Fitur ini digunakan pada mobil matic yang punya mode manual seperti triptronic. Paddle shift adalah tuas di sisi kiri dan kanan di belakang kemudi, sehingga pengguna bisa mengendarai mobil dengan mode sport dan mengganti posisi transmisi cukup dengan menggunakan jari-jari saja, layaknya pada mobil sport seperti Ferrari atau Lamborghini.

Namun fitur ini lebih banyak menganggur karena mode sport itu sendiri sangat jarang digunakan. Fitur seperti ini tentu cocok digunakan untuk kebut-kebutan, yang pada kenyataannya pemilik mobil matic kebanyakan tidak suka kebut-kebutan. 

6. Triptronic


Sama halnya dengan paddle-shift, fitur triptronic adalah untuk berkendara secara manual pada mobil matic, bedanya adalah perpindahan gigi dilakukan menggunakan  tuas transmisi, dengan memaju-mundurkan tuas tersebut ke arah tanda plus atau minus.

7. Mode Mengemudi Sport


Mode mengemudi sport adalah fitur untuk membuat mobil lebih kencang saat dipacu dan konsekuensinya jadi lebih boros bahan bakar. Fitur ini ada pada mobil manual maupun matic, biasanya bisa diaktifkan  melalui tombol tertentu.

Kebanyakan orang akan memilih mode ekonomis atau eco-mode saat mengemudi, karena keiritan bbm akan lebih banyak diprioritaskan. Sedangkan mengemudi dengan mode sport sangat jarang dibutuhkan atau bahkan banyak pemilik mobil yang tidak mau menggunakan fitur tersebut.

Orang yang selalu menggunakan mode sport saat mengemudi perlu diperiksa mentalnya, karena tentu kebut-kebutan di setiap kondisi jalan adalah tindakan agresif yang berbahaya baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Mungkin fitur tersebut hanya cocok di lintasan balap.

8. Defogger/Defroster


Defogger adalah fitur pada kaca belakang mobil yang berguna untuk menghilangkan embun di kaca saat cuaca dingin. Mobil dengan fitur ini terlihat dari garis-garis horizontal pada seluruh body kaca. 

Mungkin mobil terlihat keren dengan garis-garis tersebut, namun ternyata kebanyakan pemilik mobil tidak menggunakan fitur ini, karena keberadaan wiper belakang sudah mencukupi untuk visibilitas ke belakang saat hujan.

9. Day and Night View Mirror (Anti Silau)


Ini adalah fitur pada kaca spion di dalam kabin depan, yang berguna untuk melihat view belakang mobil oleh pengemudi. Fungsinya adalah pada saat siang, view ke belakang sesuai kondisi sebenarnya, sedangkan saat digunakan di malam hari, night view mirror membuat cahaya dari lampu kendaraan lain yang ada di belakang jadi lebih redup, sehingga tidak membuat pengemudi silau.

Namun pada kenyataannya fitur ini jarang atau bahkan tidak digunakan oleh pemilik mobil. Kebanyakan orang tidak menyadari bahwa mobilnya punya fitur semenarik itu. Mungkin ini terjadi pada mereka yang kurang mau membaca buku manual mobilnya atau kurang melek informasi otomotif.

Kami pernah share artikel mengenai fitur ini di salah satu group facebook mobil yang punya fitur day-night view mirror ini. Mengagetkan ternyata banyak pemilik mobil tersebut yang tidak tahu bahwa mobilnya memiliki fitur itu, padahal sudah menggunakan mobilnya sudah hampir 5 tahun. 

10. Tripmeter pada MID


Ini adalah fitur yang fungsinya sama seperti odometer, yaitu mengukur jarak tempuh. Bedanya, tripmeter dapat direset, sehingga pengguna mobil bisa mengukur jarak yang dia tempuh untuk satu perjalanan. 

Fitur ini juga berguna untuk mengukur konsumsi bahan bakar dengan metode full-to-full. Namun kebanyakan pemilik mobil tidak menggunakan fitur ini, bahkan banyak diantaranya tidak mengetahui apa fungsi tulisan Trip-A dan Trip-B pada MID tersebut.

11. Android-Auto / Apple CarPlay


Android auto atau Apple CarPlay adalah fitur infotainment pada mobil, biasanya ini ada pada mobil mewah. Mungkin ini karena kesenjangan generasi saja, di masa depan mungkin fitur ini akan lebih banyak digunakan karena masyarakat yang makin menyukai dunia digital.

Fitur ini jarang digunakan di Indonesia karena orang lebih suka mendengarkan lagu atau mendengar radio saat dalam perjalanan. Apalagi jika mengemudi sendirian, tentu tidak mungkin menggunakan fitur-fitur seperti itu.

12. CD-Player


CD Player pernah mengalami kejayaannya di dalam mobil saat peralihan dari kaset dengan pita film. Namun tidak bertahan lama, karena fungsi penyimpanan data digantikan oleh flashdisc. Herannya audio head unit mobil masih dibuat dengan cd player, padahal sudah lebih banyak menganggur, karena digantikan flashdisc dan orang lebih suka mendengarkan radio. Hari gini masih pake CD-Player?? Hellow...

13. Heater


Heater adalah fitur pengatur suhu ruangan, yaitu untuk memanaskan ruang kabin saat cuaca dingin. Fitur ini cocok untuk di daerah 4 musim yang salah satunya ada musim dingin, sehingga heater sangat dibutuhkan.

Sedangkan Indonesia adalah daerah tropis yang lebih sering panas, sehingga pendingin ruanganlah yang lebih dibutuhkan. Namun demikian cukup banyak mobil yang dilengkapi fitur heater. Biasanya mobil CBU yang juga dijual di Eropa, seperti mobil-mobil mewah Eropa atau mobil Korea seperti Hyundai dan KIA.

14. Kunci Pengaman Anak (Child-Lock)


Hampir semua mobil terkini punya tombol kunci tambahan untuk pengaman anak-anak, yang letak tombolnya pada pilar-B dibalik pintu baris kedua. Jika fitur ini diaktifkan, pintu tidak bisa dibuka dari dalam walau tuas kunci yang dekat handel pintu sudah dibuka. Sehingga lebih aman bagi anak-anak yang sudah mengerti cara membuka pintu saat dalam perjalanan.

Namun kebanyakan pengguna mobil tidak menggunakan fitur ini karen dinilai membuat ribet, atau bahkan cukup banyak orang yang tidak tahu bahwa fitur ini ada. karena letak tombolnya yang tersembunyi.

15. Manual Book


Manual book bukanlah fitur pada mobil, tapi merupakan buku panduan bagi pemilik mobil terkait perawatan, fitur dan cara menggunakan semua kelengkapan mobil. Kami ambil menjadi salah satu point, karena ini termasuk sumber penyebab mengapa banyak pemilik mobil yang tidak tahu apa saja fitur mobilnya.

Orang lebih suka bertanya langsung pada orang yang dianggap ahli, atau mencari informasi di internet mengenai masalah-masalah mobilnya. Mungkin karena karakter orang Indonesia yang kebanyakan malas membaca buku, apalagi penampakan manual book sangat tidak menarik dan menakutkan bagi orang yang langsung mengantuk ketika melihat buku tebal.


Itulah daftar fitur atau kelengkapan mobil yang jarang atau tidak pernah digunakan atau bahkan tidak diketahui keberadaannya oleh pemilik mobil. Semoga artikel ini bermamfaat, atau setidaknya bisa menghibur sobat yang rajin membaca blog ini.. hehe.

Salam Otomotif!