Tips Membeli Mobil Bekas untuk Pemula, 15 Langkah Memilih dan Mengecek Mobil Bekas

March 05, 2016 12 Comments


CaruserMagz.com - Hei Sobat, apakah sobat ingin sekali memiliki mobil? atau sudah sangat membutuhkan kendaraan roda empat tersebut, namun anggaran sobat terbatas? Memburuknya kondisi ekonomi Indonesia sejak akhir 2014 hingga awal 2016 ini memang berpengaruh besar pada perekonomian masyarakat kita, sehingga penghasilan kebanyakan kita kurang bersahabat dengan dengan kebutuhan dan ekspektasi peningkatan taraf hidup yang kita harapkan.

Tips Membeli Mobil Bekas - CaruserMagz.com
Showroom Mobil Bekas

Membeli mobil baru merupakan impian hampir semua keluarga muda di zaman sekarang, namun naiknya kurs dollar terhadap rupiah yang gila-gilaan, mau tidak mau melejitkan harga mobil baru, hingga melewati kemampuan keluarga muda pada umumnya. Membeli mobil bekas merupakan solusi yang lazim dan bahkan jika dilakukan dengan benar, Sobat dapat menikmati kemewahan, fitur dan kenyamanan mobil mahal dengan harga yang terjangkau oleh isi kantong sobat. Mobilitas yang makin tinggi dan tingkat polusi udara perkotaan yang sudah membahayakan kesehatan, menjadikan mobil bukan lagi barang mewah, tapi sudah menjadi kebutuhan yang cukup penting untuk melindungi anggota keluarga kita dari ketidaknyamanan, ketidakamanan dan polusi udara yang merebak di jalanan.

Bagi sobat yang awam tentang mesin, fitur dan kondisi mobil, jangan khawatir dan takut untuk membeli mobil bekas. Di zaman sekarang, apa pun yang kita butuh ketahui, bisa kita dapatkan karena sudah berjejal informasi yang cukup akurat di internet.

Berikut langkah-langkah yang perlu Sobat lakukan untuk membeli mobil, khususnya mobil bekas:


1. Tentukan Jenis Mobil


Pilihlah jenis mobil yang akan sobat beli berdasarkan kebutuhan. Misalnya: MPV, SUV, Hatchback atau sedan. Makin tinggi tipe mobil yang Sobat pilih, maka akan makin tinggi pula anggaran yang harus Sobat siapkan, sehingga tipe perlu disesuaikan juga dengan anggaran sobat. Berikut pertimbangan yang bisa sobat jadikan referensi untuk memilih jenis mobil:

MPV : Jika sobat memiliki anggota keluarga yang banyak, atau sering membawa orang tua, sebaiknya Sobat pilih MVP dengan kapasitas 7 penumpang. MPV juga ada berbagai segmen lagi, seperti low MPV, Hi-end-MPV dan MPV Mewah. Jika kebutuhan Sobat hanya kapasitas dan fungsionalitas, maka low MPV sudah mencukupi, jika Sobat menginginkan kenyamanan dan kelegaan kabin, maka Hi-end-MPV bisa Sobat pertimbangkan. Namun jika Sobat membeli mobil untuk kemewahan dan prestise maka Sobat bisa mencari MPV mewah.

SUV 7 Penumpang : Jika kondisi jalan di daerah sobat kurang baik, SUV adalah pilihan tepat. Karena memang didesain dengan ground clearance yang tinggi dan kekuatan kaki-kaki lebih baik dibanding jenis mobil yang lain. Jika Sobat punya anggaran sekitar 300 hingga 400 jutaan, untuk memilih SUV idaman, Sobat bisa membaca artikel kami melalui link ini: SUV Besar 7 Penumpang.

SUV Kecil (Crossover):  Untuk sobat yang tidak membutuhkan kapasitas penumpang yang banyak, namun memerlukan ground clearance yang tinggi, kaki-kaki mobil yang kuat dan performa yang cukup garang karena kondisi jalan yang kurang baik, maka mobil berjenis crossover adalah pilihan yang tepat.

Hatchback : Jika mobil sobat hanya untuk membawa keluarga kecil dengan anak 1 atau 2 saja, mobil hatchback bisa dipertimbangkan. Jika Sobat menginginkan mobil yang hemat bahan bakar dan mengutamakan fungsionalitas ketimbang kemewahan maka hatchback LCGC bisa jadi pilihan. Atau jika sobat tidak suka dengan keterbatasan fitur LCGC, sobat bisa memilih small hatchback non-LCGC yang lebih nyaman dan banyak fitur. Jika menginginkan kabin yang lebih lapang dengan kemewahan dan performa yang lebih baik, sobat bisa memilih compact hatchback yang biasanya merupakan turunan dari versi sedan, namun tentunya sobat harus menyiapkan budget yang lebih banyak.

Sedan : Jenis mobil ini cocok untuk sobat yang menyukai kenyamanan interior, kenikmatan mengemudi dan tenaga mesin yang bisa dipacu dengan kecepatan tinggi. Sama halnya dengan hatchback, pemilik sedan pastinya tidak memerlukan kapasitas penumpang yang banyak. 


2. Tentukan Fitur, Performa dan Kondisi yang Dibutuhkan


Perkembangan teknologi otomotif cukup cepat, sehingga mobil dengan nama yang sama namun berbeda usia 3 tahun saja, fitur dan teknologinya sudah sangat berbeda. Maka penentuan fitur, dan kondisi seperti apa yang sobat inginkan sangatlah penting, jangan sampai sobat menyesal setelah membeli mobil bekas, karena ternyata fitur dan kondisinya tidak sesuai kebutuhan atau sobat jadi ingin segera cepat-cepat menggantinya karena iri dengan fitur mobil tetangga.

Tentukan fitur dan kondisi ini sesuai kebutuhan, hingga kurang lebih 5 tahun ke depan. Jangan memilih mobil karena keinginan meniru orang, tetangga atau teman saja, karena kita adalah orang yang paling tahu tentang kebutuhan kita sendiri.

Jika sobat lebih membutuhkan fungsionalitas dan kapasitas penumpang maka tidak perlu memilih mobil dengan berbagai fitur canggih, karena itu akan mubazir jika fitur-fitur tersebut tidak digunakan. Namun jika sobat mengutamakan fitur-fitur, maka jangan memilih mobil karena tampang eksteriornya yang cantik saja, telitilah fitur-fitur apa aja yang ada pada mobil tersebut.

Kami menyarankan agar sobat lebih mengutamakan fitur-fitur yang fungsinya penting, seperti fitur keselamatan, kepraktisan dan kenyamanan interior. Karena sebagai pemilik mobil, kita akan lebih membutuhkan kenyamanan dan kemudahan-kemudahan di bagian dalam mobil dibandingkan penampakan eksterior cantik yang lebih banyak dinikmati orang lain.

Sedangkan untuk kondisi mobil, sebaiknya jangan beli mobil yang sudah berumur terlalu tua, kecuali sobat memang pecinta mobil tua dan sangat mengerti seluk beluk mobil serta punya anggaran yang banyak untuk memperbaiki mobil tua. Jika sobat membeli mobil untuk kebutuhan keluarga, kami sarankan untuk membeli mobil yang berumur tidak lebih dari 5 tahun.


3. Tentukan Alternatif Pilihan dari Berbagai Merk 


Sesuai jenis mobil yang sudah sobat pilih, tentukanlah pilihan pertama, kedua dan ketiga dari berbagai merk yang ada. Lakukan pemilihan ini dengan berselancar di internet, baca perbandingan mobil-mobil tersebut dari beberapa blog/website, jangan hanya dari satu website. Sesuaikan dengan kebutuhan sobat akan fitur, kondisi dan performa yang sudah sobat tentukan.

Berikut pilihan mobil dari berbagai jenis, khususnya mobil jepang dan korea yang harga bekasnya cukup terjangkau, yaitu dibawah 200 jutaan.

Low MPV : Suzuki Ertiga, Honda Mobilio, Toyota Avanza, Daihatsu Xenia, KIA Carens, Nissan Grand Livina, Chevrolet Spin.
Hi-end-MPV : Toyota Innova, Nissan Evalia, Suzuki APV.
Hatchback: Toyota Yaris, Honda Jazz, KIA Rio, Hyundai Grand Avega, Ford Fiesta, Mazda Two.
Small Hatchback: Nissan March, Suzuki Splash, KIA Picanto, Mitsubishi Mirage, Honda Brio, Toyota Etios Valco, Hyundai i-10, Suzuki Celerio, Daihatsu Sirion.
Mini Sedan: Toyota Vios, Honda City, Suzuki Baleno, KIA Rio Sedan.
LCGC: Toyota Agya, Daihatsu Ayla, Honda Brio Satya, Datsun Go/Go+, Suzuki Karimun Wagon.
SUV: Toyota Rush, Daihatsu Terios, Honda BRV.
Crossover : Nissan Livina xgear, Suzuki Sx4.

Jika sobat sudah mempunyai uang 200 jutaan atau mempunyai anggaran untuk membeli secara kredit mobil seharga 200 jutaan, kami sarankan sebaiknya sobat membeli mobil baru saja. Kecuali sobat menginginkan mobil bekas mewah dengan anggaran sejumlah itu, seperti SUV besar 7 Penumpang, Hi-end-MPV yang berusia kurang dari 5 tahun atau sedan mewah.


4. Carilah Informasi Harga Mobil Bekas Terkini


Ketahuilah harga terkini dari mobil-mobil bekas alternatif pilihan Sobat tersebut. Sebaiknya sobat tidak mencari harga mobil bekas dari artikel-artikel pada website ulasan otomotif, karena kebanyakan artikel tersebut dibuat sudah lama, sehingga tidak sesuai lagi dengan kondisi terkini. carilah informasi harga tersebut dari website toko online seperti olx.com, mobil123.com, carmudi.com, dll. karena harga-harga mobil bekas pada situs-situ tersebut secara terus menerus diupdate oleh penjual untuk tetap bisa bersaing dengan penjual lainnya.

Dengan mengetahui harga standar mobil bekas untuk setiap tahun keluarannya pada saat sobat akan membeli mobil. Sobat akan lebih mudah mengetahui apakah harga yang ditawarkan penjual cukup masuk akal atau tidak. Misalnya harga yang ditawarkan terlalu murah dibanding harga pasaran, maka patut dicurigai mungkin kondisi mobil tersebut memiliki masalah yang signifikan, maka sebaiknya sobat mengecek mobil tersebut lebih detail. Sebaliknya jika harga yang ditawarkan terlalu tinggi, sobat langsung bisa mengetahuinya dan menjadi percaya diri untuk menawar harga tersebut sampai dibawah harga pasaran.

Berkaitan dengan harga, sobat terlebih dahulu wajib mempertimbangkan kemampuan finansial sobat, baik membeli dengan cara cash atau kredit. Jika membeli mobil bekas, usahakan jangan gunakan semua anggaran yang ada untuk membeli mobil tersebut, sisakan untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan setelah mobil sobat boyong ke rumah. Jika pun sobat mendapatkan mobil bekas dengan kondisi nyaris sempurna, paling tidak sobat masih memerlukan dana untuk membeli keperluan-keperluan wajib terkait mobil, misalnya aksesoris-aksesoris penting yang belum tersedia di mobil yang sobat beli, seperti body-cover, karpet, cover jok dan lain sebagainya.


5. Mulailah Mencari Mobil Bekas Incaran Sobat


Mencari mobil bekas bisa dilakukan di internet kemudian baru membuat janji untuk menemui penjual atau sobat bisa langsung berburu di showroom mobil bekas. Menjelajah di situs toko online lebih dulu sangat kami sarankan. khususnya situs olx, karena hampir semua penjual mobil bekas akan mempromosikan dagangannya di olx, baik showroom maupun perorangan. Hal ini akan menghemat waktu dan biaya sobat untuk menemukan mobil yang sobat minati. Dari sekian banyak pilihan, buatlah pilihan dengan urutan prioritas, kemudian hubungilah penjual dan buat janji untuk mendatangi showroom mobil bekas atau rumah penjual perorangan.

Jika Sobat ingin langsung berburu mobil bekas di showroom, sebaiknya sobat pilih pusat showroom mobil bekas, biasanya di setiap kota ada jalan yang memang pedagang disana semua berbisnis jual beli mobil bekas. hal ini akan membuat sobat bisa melihat banyak pilihan dari showroom-showroom yang berdekatan.


6. Periksa Surat-surat dan Dokumen Mobil


Sebelum terlalu jauh mengecek mobil yang sobat minati, mintalah agar penjual menunjukkan semua dokumen mobil tersebut. Seperti BPKB, STNK, buku service dan user manual. Dari BPKB sobat bisa memperoleh informasi siapa pemilik sebelumnya dan kapan dia membeli mobil tersebut serta kapan mobil tersebut diproduksi. Sedangkan rekam jejak pemeliharaan dapat sobat lihat dari buku service, penting sekali memastikan bahwa mobil tersebut selalu dirawat oleh bengkel resmi, khususnya mobil bekas dengan usia masih dalam masa garansi.

Apabila penjual tidak dapat menunjukkan 2 dokumen penting, yaitu BPKB dan STNK, maka sebaiknya jangan beli mobil tersebut, karena ada kemungkinan itu mobil hasil curian atau dibeli oleh showroom mobil bekas dari pencuri. Sedangkan jika tidak ada buku service, patut dicurigai mobil tersebut sudah mengalami turun mesin, kecelakaan berat atau bekas kena banjir, sehingga penjual tidak ingin pembeli mengetahui hal tersebut dari kondisi atau apa yang tertulis di buku tersebut.


7. Lakukan Pengecekan Fisik Mobil 


Lakukan pengecekan visual terhadap kondisi eksterior, interior, penampakan mesin dengan detail, apakah ada hal-hal aneh yang bisa langsung terlihat. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dalam pengecekan secara visual:

> Lihat bagian luar (eksterior) mobil: Periksa body dari ujung ke ujung, apakah ada yang bergelombang yang menandakan bekas penyok atau banyak kerutan yang menandakan bekas tabrakan parah. apakah ada cat yang belang yang menandakan pengecatan ulang.

> Periksa kaki-kaki mobil: Pastikan posisi mobil pada tempat yang rata, jika ada bagian yang sudah melorot posisi mobil akan nampak miring. Bila mobil nampak miring periksa kekencangan ban, jika kondisi angin sudah sama, berarti ada masalah signifikan pada kaki-kaki mobil tersebut. Sobat masih bisa mempertimbangkan membeli mobil tersebut jika sobat punya anggaran untuk mengganti kaki-kakinya. Jika tidak, maka carilah mobil lain.

> Periksa kondisi ban: Kondisi ke-empat ban seharusnya mempunyai jenis dan tingkat keausan yang sama. Periksa juga ban cadangan, bandingkan dengan ban yang terpasang. Jika keausan ban berbeda antara sisi kiri dan kanan, maka ada kemungkinan itu disebabkan kondisi suspensi atau setir yang telah aus, sehingga posisi ban tidak lurus/sejajar. Dalam kondisi terburuk, perbedaan keausan yang signifikan bisa mengindikasikan kondisi rangka mobil yang tidak lagi seimbang.

> Periksa bagian kolong (bawah) : perhatikan apakah ada bagian yang tidak normal seperti plat yang koyak atau sasis yang bengkok, hal tersebut menandakan mobil tersebut pernah mengalami hal yang buruk. Periksa juga sepanjang saluran gas buang, apakah ada bagian dengan bercak-bercak hitam yang merupakan tanda kebocoran. Cek juga knalpot dengan jari sobat, jika terdapat oli, maka itu pertanda buruk pada mesin, walau mobil itu menggiurkan dari penampakannya.

> Periksa bagian dalam (interior): Angkatlah karpet di setiap kabin dan bagasi, perhatikan apakah ada karat atau bahkan lubang pada pada lantai mobil. Khususnya bagasi, lihat apakah ada goresan-goresan kasar pada interior bagasi dan karat atau lubang pada lantainya. kondisi yang banyak lecet pada bagasi menandakan mobil tersebut sering membawa beban yang berat dan tentunya tidak lagi sedap dipandang. Jangan membeli mobil yang sudah terlalu sering bekerja keras, karena hal tersebut akan berpengaruh pada performa mesin dan kekuatan kaki-kakinya.

> Periksa bagian-bagian yang sering disentuh penumpang: seperti kondisi jok kursi, lingkar kemudi, handel pintu, sandaran tangan dan pegangan tangan di atas pintu, pastikan semuanya dalam kondisi masih baik dan tidak terlalu banyak keausan. keausan yang parah pada bagian tersebut bisa mengindikasikan seperti apa pemilik sebelumnya memperlakukannya atau mobil tersebut merupakan bekas mobil rental atau travel yang sering bekerja keras.

> Periksa rangka mobil: Pastikan kondisi besi rangka dalam keadaan sempurna, khususnya pada bagain depan yang menjadi dudukan atas radiator. Seharusnya rangka tersebut tidak terdapat bekas las atau nampak tidak mulus karena bekas ketokan. Kondisi rangka yang tidak sempurna dapat mengindikasikan mobil bekas tersebut pernah mengalami tabrakan. Walau bodynya nampak mulus mengkilat, jangan pernah membeli mobil bekas dengan rangka yang rusak atau banyak tambalan plat dan las.


8. Cek Kondisi Ruang Mesin


Penting sekali secara khusus mengecek ruang mesin, karena dapur pacu merupakan hal terpenting dari mobil. Membeli mobil bekas dengan mesin yang bermasalah akan menguras keuangan sobat di masa mendatang. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan saat memeriksa kondisi ruang mesin pada mobil bekas:

> Periksa kondisi fisik ruang mesin: apakah ada bagian yang penyok, bekas ketokan atau berkarat. Lihat bagian rangka spatbor, pastikan ada nomor rangka disana, jika tidak, ada kemungkinan spatbor tersebut sudah diganti. kondisi ruang mesin yang tidak terawat dan dekil, menandakan pemilik sebelumnya tidak pernah memperhatikan ruang mesin. Jika banyak bekas las dan ketokan atau bagain yang berkarat, itu bisa menandakan mobil bekas tersebut pernah mengalami tabrakanan.

> Periksa blok mesin: lihat apakah ada bagian dengan bercak-bercak oli pada blog mesin, biasanya berwarna coklat kehitaman. Bercak oli pada bagian luar blok mesin menandakan adanya kebocoran pada salah satu atau lebih gasket. Periksa juga minyak rem dan reservoirnya, pastikan tidak ada kebocoran. Kebocoran pada gasket di blok mesin akan memerlukan perbaikan yang tidak murah, maka sebaiknya segera sobat tinggalkan mobil tersebut.

>  Periksa kondisi selang dan sabuk: Seharusnya selang dan sabuk tidak retak-retak, kering atau getas. Khusus selang radiator, seharunya tidak terasa lunak. jika sudah usang, sabuk-sabuk yang menghubungkan bagian-bagian mesin dapat saja putus saat mobil digunakan. hal tersebut dapat merusak mesin dan bagian-bagiannya. Sehingga akan menguras uang sobat untuk memperbaikinya.

> Cek indikasi kebocoran pada gasket kepala silinder: Hal ini dapat dilakukan dengan dua cara. pertama dengan membuka tutup oli mesin, jika ada bekas busa pada bagian dalam tutup, itu menandakan kebocoran gasket silinder. Kedua, cek warna cairan pendingin (coolant) radiator pada reservoirnya, kebocoran akan terlihat dari cairan yang berwarna coklat kotor. Jangan beli mobil dengan kondisi tersebut jika sobat tidak mau berkutat dengan masalah mesin dan biaya perbaikan yang besar.

> Periksa warna oli transmisi: Lakukan pengecekan ini saat mesin mobil dihidupkan. Caranya angkat tuas  pengukur, kemudian perhatikan warna oli, seharusnya merah atau merah jambu. Jika oli berwarna hitam pekat dan berbau gosong, itu menandakan kondisi yang tidak lagi prima.

> Cek kondisi timing belt: Bagian ini merupakan spare part yang mahal jika harus diganti, pastikan kondisinya masih baik. Sesuaikan juga kondisi tersebut dengan angka odometer, apabila kondisinnya sudah nampak usang padahal angka kilometer pada odometer masih rendah, ada kemungkinan angka odometer tersebut sudah dimodifikasi oleh penjual. Pada keadaan normal, usia pakai timing belt bervariasi antara 95.000 hingga 150.000 km, tergantung rekomendasi pabrik pembuatnya.


9. Lakukan Uji Fungsionalitas Dasar


Pengujian fungsi-fungsi dasar ini dilakukan dalam keadaan mobil tidak berjalan. Sobat perlu mengecek dengan teliti apakah fitur-fitur yang ada, kelistrikan lain sebagainya berfungsi dengan baik. Berikut hal-hal yang harus diperhatikan dari fungsionalitas dasar:

> Periksa fungsi lampu-lampu: Pastikan lampu-lampu dalam keadaan baik dan berfungsi sebagaimana mestinya. Mintalah pada pemandu atau pemilik mobil untuk duduk di kursi pengemudi dan menghidupkan lampu depan, lampu kabut, lampu sein kanan dan kiri serta menginjak pedal rem untuk melihat fungsi lampu rem. Sobat perhatikan dengan seksama setiap fungsi lampu tersebut apakah baik atau tidak. Jika ada lampu yang tidak berfungsi, catat dan buatlah komitmen agar penjual bersedia mengembalikan fungsi sebagaimana mestinya jika sobat jadi membeli mobil tersebut.

> Periksa fungsi wiper depan dan belakang: Jika ayunannya tidak lancar atau tersendat-sendat, artinya pemilik sebelumnya benar-benar tidak memelihara mobil tersebut dengan baik.

> Periksa kondisi pedal-pedal: Cobalah tekan setiap pedal yang ada, seperti pedal gas, rem dan kopling, apakah keras atau bahkan loss. Mobil dengan kondisi yang  masih baik, saat ditekan pedal-pedal tersebut terasa lembut dan tidak ada gesekan yang terasa.

> Cek kondisi tuas transmisi: Setiap mobil punya karakteristik tuas transmisi manual yang berbeda-beda. Pada mobil-mobil non-LCGC, tuas transmisi manual seharusnya terasa lembut. Jika terasa kasar dan sulit dipindahkan, itu artinya sudah ada masalah yang signifikan.

> Cek fungsi spion elektrik: Jika kaca spion udah dilengkapi fitur kontrol elektrik baik pengaturan posisi kaca maupun pelipatan, ceklah apakah bisa berfungsi dengan baik atau tidak.

> Cek fungsi AC: Ceklah kondisi AC dalam keadaan mesin dihidupkan. nyalakan AC dan cobalah setiap tingkatan temperatur dan hembusan exhaust-nya. Rasakan seberapa cepat AC mendinginkan kabin dan cek apakah ada bunyi berisik yang tidak normal saat AC dinyalakan. AC yang tidak terawat biasanya menimbulkan bau yang kurang sedap dari hembusan exhaustnya. Jika AC tidak berfungsi dengan baik, namun sobat masih berminat membeli mobil tersebut, tentunya sobat harus menyiapkan anggaran tambahan untuk memulihkan fitur pendingin ruang kabin tersebut.

> Cek audio system: Cobalah nyalakan audio sistemnya, sobat bisa mengecek apakah audio yang tersedia sudah sesuai ekspektasi sobat atau belum. Yang terpenting adalah mengecek apakah audio yang ada berfungsi baik atau tidak, seperti radio, pemutar CD, USB dan auxiliary ports dan lain-lain. Audio sistem cukup mahal harganya jika sobat harus mengganti atau memperbaiki jika tidak berfungsi dengan baik.

> Cek display pada clustermeter: Tampilan pengukuran di balik setir merupakan pemberi informasi-informasi penting tentang kondisi mobil, sehingga fungsi setiap display sangatlah penting. Sebaiknya sobat sudah mengenali display apa saja yang ada pada mobil yang sobat pilih melalui internet. sehingga sobat sudah mempunyai referensi akan seperti apa display tersebut. Pertama ceklah apakah semua lampu indikasi kelainan (malfunction) bisa menyala dengan kunci starter pada posisi on, saat mesin telah menyala seharusnya lampu-lampu tersebut tidak menyala. Jika ada lampu indikasi error/kelainan yang menyala saat mesin sudah running, berarti ada kondisi yang tidak tidak sempurna pada indikasi tersebut. Sedangkan fungsi speedometer dan tachometer sobat cek saat melakukan test drive.

> Ceklah angka odomoter: ini sangat penting karena menunjukkan sudah seberapa jauh jarak tempuh yang dilalui mobil tersebut. Pada kondisi normal biasanya mobil menempuh 10.000 hingga 24.000 km per tahun, sedangkan mobil citycar seperti LCGC dan small hatchback seharusnya lebih sedikit lagi, yaitu sekitar 6.000 hingga 15.000 km per tahun, karena wilayah jangkauannya seharusnya hanya dalam kota. Kami menyarankan agar sobat tidak membeli citycar yang sudah terlalu sering melakukan perjalanan jauh ke luar kota, khususnya citycar dengan mesin tiga silinder, karena daya tahan mesin dan kaki-kakinya akan lebih rendah dibanding mobil yang memang didesain untuk perjalanan jauh, seperti mobil MPV, SUV atau hatchback dengan mesin empat silinder.

> Cek fungsi klakson: Jangan lupa untuk mengecek fungsi klakson, karena ini sangat penting terkait keamanan sobat dalam mengemudi. Untuk alarm, sebaiknya sobat sudah terlebih dahulu mengetahui apakah mobil pilihan sobat tersebut sudah dilengkapi fitur alarm atau tidak.

> Cek suara dan getaran mesin: Nyalakan mesin, kemudian dengarkan suara mesin apakah normal atau terlalu kasar. Sebaiknya sobat sudah mengenali karakter mesin mobil setiap merk. Misalnya untuk mobil-mobil korea mempunyai karakter getaran mesin yang sangat halus hingga kurang terasa beda mobil menyala atau tidak jika tidak di gas, sedangkan mobil-mobil jepang sedikit lebih terasa getaran mesinnya, kecuali untuk mobil-mobil super mewahnya. Jika sobat sudah pernah mengendarai mobil dari berbagai merk, sobat akan mengenal karakter getaran mesin dan pengendalian mobil. Untuk itu, sebaiknya sobat melakukan test drive mobil-mobil baru, baik dengan meminjam mobil teman atau melakukan test drive di dealer mobil baru, tentunya dengan menyiapkan alasan untuk tidak membeli mobil yang di test drive tersebut, jika sobat tidak mau pusing dikejar-kejar sales mobil.. (hehehe). Sehingga sobat sudah mengetahui bagaimana rasa mengemudi mobil pilihan sobat pada kondisi paling prima, dan membandingkan dengan mobil bekas yang akan sobat beli, untuk mengetahui apakah kondisinya mendekati kondisi baru atau sudah sangat tidak sesuai dengan kondisi terbaiknya.

> Cek fitur-fitur yang tersedia: Ketahui terlebih dahulu fitur-fitur apa saja yang ada pada mobil pilihan sobat dengan membaca artikel-artikel ulasan mobil tersebut. Misalnya fitur audio system, system pengereman ABS, Pengaturan ketinggian setir dan kursi pengemudi, power windows, spion elektrik, AC Digital, dan lain sebagainya.


10. Lakukan Test Drive (Coba Mengendarai)


Mintalah pada penjual atau pemandunya untuk membawa mobil tersebut ke jalan dengan berbagai kondisi, seperti jalan yang mulus, jalan yang tidak rata, jalan yang ada gundukan (polisi tidur) dan lintasan panjang untuk mencoba mobil tersebut pada kecepatan tinggi. Caboalah untuk mengendarai sendiri untuk merasakan kondisi mobil, tarikan gas, kopling, pengereman dan getaran mesin. Coba juga kenyamanan sebagai penumpang, agar sobat bisa berkonsentrasi mendengarkan bunyi-bunyi dan getaran mobil. Berikut hal-hal yang harus diperiksa selama melakukan test drive:

> Performa Mesin: Untuk performa mesin, setiap mobil punya karakteristik masing-masing. Maka jika sobat tidak begitu faham dengan performa mesin, penting bagi sobat melakukan test drive mobil baru, agar sobat mengenali tarikan mesin dan semua kondisi pengendalian mobil tersebut pada kondisi baru. Sehingga sobat dengan mudah mengenali kondisi yang normal atau tidak dari mobil bekas yang akan sobat beli. Sebaiknya sobat memilih mobil dengan performa mesin yang masih baik atau mendekati kondisi baru, tarikan yang masih halus dan torsi yang mencukupi. Jika mobil tersebut sudah terasa berat, maka sebaiknya sobat mencari mobil lain. Karena jika mesin sudah tidak sempurna, kemungkinan mobil tersebut akan menguras isi dompet sobat.

> Fungsi Kemudi: Pastikan fungsi kemudi dalam kondisi baik. Cobalah mengemudi di lintasan lurus yang lengang dan rata pada kecepatan sekitar 20 km/jam. kemudian lepaskan lingkar kemudi, seharusnya mobil bisa berjalan tetap lurus dan tidak membuang ke kiri atau ke kanan. Coba juga melakukan berbalik arah, kemudian lepaskan kemudi, seharusnya setir akan berputar kembali untuk meluruskan arah ban, jika setir tidak berputar kembali, artinya power steering sudah tidak berfungsi dengan baik. Cek juga saat mobil berjalan lurus, apakah posisi setir lurus atau pada posisi miring ke kiri atau ke kanan. Apabila semua normal dan tidak ada terasa gesekan saat memutar lingkar kemudi, maka kondisi setir dapat dikatakan baik.

> Pengereman: Cek kondisi rem pada jalan yang lengang. Cobalah pengereman agak mendadak sampai mobil benar-benar berhenti, namun jangan sampai ban selip. hal ini untuk memastikan bahwa rem benar-benar mampu menghentikan mobil. coba juga mengerem untuk sekedar mengurangi kecepatan mobil. Hal yang harus diperhatikan adalah, saat pengereman seharusnya tidak ada suara mendecit dari atau suara-suara yang tidak normal lainnya. Rasakan juga pedal rem, seharusnya tidak ada getaran yang tidak normal, jika pedal terasa berdenyut-denyut, kemungkinan cakram sudah tidak rata atau kanpas rem sudah habis dan keduanya harus diganti . Saat direm, mobil seharusnya tidak seperti berjalan tersendat-sendat, membuang atau melintir. Jika hal-hal tersebut terjadi, kemungkian penjepit kanpas rem sudah rusak atau ada masalah dengan komponen kemudi.

> Bunyi-bunyi rangka dan interior: Saat mobil dikendarai, rasakan apakah ada bunyi-bunyian yang tidak normal, baik yang terdengar konstan maupun yang sekali-sekali. Misalnya geteran kuat pada dashboard, getaran dan bunyi seperti logam yang bergesekan dan lain sebagainya. Sebaiknya sobat tidak membeli mobil yang sudah brisik saat dikendarai, karena ada kemungkinan mobi tersebut pernah mengalami tabrakan atau kecelakaan berat. Cobalah kendarai mobil di jalan yang kurang rata untuk mendengarkan bunyi-bunyi yang tidak normal tersebut.

> Kaki-kaki dan suspensi: Cobalah kendarai mobil di jalan yang kurang rata, banyak "gundukan polisi tidur" atau banyak lubang, rasakan ayunan suspensinya apakah terasa halus atau menghentak sehingga membuat sobat tidak nyaman. Sebelum melakukan test ini, sebaiknya sobat sudah pernah mengendarai mobil dengan suspensi yang masih baik, sehingga sobat mampu membedakan suspensi yang lembut atau sudah tidak normal. Disinilah pentingnya sobat melakukan test drive mobil baru sebelum menguji mobil bekas yang akan sobat beli.


11. Cek Kelengkapan Peralatan Standar


Setiap mobil telah dilengkapi peralatan standar. Sobat wajib memastikan peralatan-peralatan itu masih ada dan dalam kondisi baik, setidaknya agar tidak perlu ada biaya tambahan untuk membeli peralatan tersebut setelah memboyong mobil bekas ke garasi sobat. Peralatan tersebut antara lain: dongkrak, kunci roda dan ban cadangan. Kelengkapan dokumen terkait pemeliharaan mobil juga penting, yaitu buku service dan buku manual pengguna (Owner's Manual), sehingga sobat dapat mempelajari fungsi-fungsi dan fitur mobil dengan tepat. Akan lebih baik lagi jika di mobil tersebut sudah ada racun api dan kotak P3K.


12. Lakukan Negosiasi Harga


Jika berbagai tahapan di atas sudah dilalui dan semuanya lancar atau hanya ditemukan masalah-masalah yang tidak signifikan, maka sobat dapat mengambil keputusan untuk membeli mobil yang sudah sobat periksa dan uji. Langkah selanjutnya adalah mendiskusikan hal-hal terkait komersial seperti harga dan cara pembayaran.

Hampir semua penjual mobil bekas akan menaikkan harga yang ditawarkan dari harga yang dia inginkan. Karena ini sudah menjadi strategi umum pedagang untuk menghindari keuntungan yang sedikit. Kami menyarankan agar sobat menawar harga sekitar 10 hingga 20% dari harga yang ditawarkan, biasanya pedagang akan memberi tawaran lagi dengan mengurangi harga pertama hanya sekitar 1 hingga 3 juta rupiah saja. Jika sobat pandai bernegosiasi, bukan tidak mungkin sobat bisa mendapatkan pengurangan harga hingga 10 jutaan atau lebih.


13. Cek Kesesuaian Cicilan Jika Membeli secara Kredit


Ada baiknya sobat mempelajari skema umum kredit mobil sebelum membeli mobil dengan cara kredit. Hal ini agar sobat mengetahui apakah perusahaan lising yang ditawarkan pedagang mengambil keuntungan terlalu tinggi atau sudah sesuai standar. Terkadang perusahaan lising memberikan promosi dengan DP kecil, namun jangan gampang tergiur, karena setiap kemudahan akan ada konsekuensi finansial. Bisa saja DP rendah, namun cicilan bulanannya bisa-bisa mengganggu keuangan sobat di masa mendatang.

Khusus untuk membeli mobil bekas, sebaiknya sobat mengambil waktu pembayaran (tenor) yang singkat, misalnya 2 atau 3 tahun saja, dan dengan DP yang lebih dari 30% dari harga yang disepakati. Hal ini agar cicilannya ringan dan memberi ruang finansial untuk pemeliharaan mobil tersebut yang pastinya akan berbeda dari mobil baru.


14. Buat Kesepakatan Aftersale dengan Pemilik Showroom


Walau kebanyakan pedagang mobil bekas akan menghindari hal ini, tidak ada salahnya sobat mencoba untuk mendapatkan jaminan terkait kualitas mobil bekas yang sobat beli. Misalnya pedagang menjamin jika ternyata mobil bermasalah berat setelah sobat boyong, mobil dapat dikembalikan dan uang sobat kembali.

Akan lebih baik jika dari awal sobat mencari pedagang mobil bekas yang pada promosinya di website atau iklan sudah memberikan komitmen atau janji-janji yang menjamin kualitas dagangannya. misalnya: "Kami hanya menjual mobil bekas berkualitas, dijamin uang kembali jika mobil bermasalah" atau "Kami menggaransi perbaikan jika mobil bermasalah", dan lain sebagainya.

Untuk hal ini, kami menyarankan sobat untuk membeli dari showroom mobil bekas yang memang menjamin pemeliharaan dan kualitas mobil dan memberikan komitmen untuk memberikan perbaikan cuma-cuma jika mobil ternyata bermasalah. Hanya saja konsekuensinya harga akan sedikit di atas pasaran karena showroom tersebut pastinya hanya akan menjual mobil yang terjamin kualitasnya. Contoh yang bisa kami berikan adalah showroom mobil bekas yang merupakan anak perusahaan Astra, yaitu Mobil88.


15. Selesai, Angkut Mobil ke Rumah Sobat



Jika sudah lengkap semua, uang pembayaran sudah disiapkan, DP dan cicilan sudah sepakat jika membeli secara kredit. Maka segera bayar dan angkut mobil pilihan sobat. Agar dapat sobat pelajari lebih lanjut dengan waktu yang lebih banyak, misalnya cara penggunaan fitur-fitur, ketentuan garansi (jika masih ada), ketentuan pemeliharaan dan lain-lain atau jika sobat ingin mendandani mobil dengan aksesoris-aksesoris tambahan.


Penutup


Demikianlah tips dan tahapan membeli mobil bekas yang bisa kami sampaikan, semoga berguna bagi sobat yang ingin membeli mobil bekas. Memang membeli mobil bekas cukup rumit dan memerlukan kejelian yang banyak. Namun untuk mendapatkan mobil yang berkualitas dengan harga terjangkau, kami rasa kerja keras tersebut cukup sepadan. Jika sobat melakukannya dengan sabar dan teliti, hasil yang didapatkan akan memberi kepuasan tersendiri. Karena sobat mendapatkan mobil berkualitas dengan harga yang tentunya terjangkau.

Jika sobat merasa tips yang kami jelaskan di atas terlalu rumit dan sulit diimplementasikan, atau sobat menginginkan tips yang simpel dan ringkas, sobat bisa membaca artikel kami yang lebih spesifik untuk mempermudah mendapatkan mobil bekas berkualitas dengan klik link berikut: "Cara Jitu Memilih Mobil Bekas, Dijamin Puas Seperti Mobil Baru".

Salam Otomotif!

RECOMMENDED BY SPONSOR

12 komentar

Write komentar
Biru
AUTHOR
8/7/16 delete

Warbiyaza lengkap sekali mas panduannya.. suwun lho perlu waktu untuk membaca tuntas dan paham nih hehe

Reply
avatar
12/7/16 delete

Terimakasih mas biru. Semoga bermamfaat..

Reply
avatar
24/7/16 delete

Warbiayazah :D salam sukses mase.

Reply
avatar
AL
AUTHOR
24/10/16 delete

Marbyazaah xD makasih om

Reply
avatar
Singolodra
AUTHOR
27/10/16 delete

info yang warbyazaaahh. trims

Reply
avatar
Muhammad
AUTHOR
27/12/16 delete

Mantap, sangat membantu trims admin

Reply
avatar
Unknown
AUTHOR
4/3/17 delete

Sip, Terimakasih

Reply
avatar
2/5/17 delete

Salut broo ulasannya komplit plit... thanks.

Reply
avatar
Yayan Abdhi
AUTHOR
2/5/17 delete

Thanks apresiasinya mas Aud.

Reply
avatar
Kaka Risna
AUTHOR
7/5/17 delete

Makasih mas..

Reply
avatar
aldi gunawan
AUTHOR
24/5/17 delete

Mantap, cerdas pembahasan nya mas, lajutkan ke karya lain

Reply
avatar

The Author

Yayan Abdhi

Penggemar otomotif yang suka berbagi ulasan dan opini tentang dunia otomotif yang dinamis. I'm not an auto-expert, this blog is just driven by passion to share my enjoyment about sitting behind the steering wheel.